◼️Kelompok Melati Putih
“Melati ... Putih Berseri, Harum Mewangi Sepanjang Hari Sregep Ngaji untuk Menggapai Ridho Ilahi! Allahu Akbar Barakallah”
Di antara warna-warni kelompok dalam Majelis Ta'lim Iwamit On Air, hadir sebuah kelompok yang membawa kesederhanaan, keindahan, dan keharuman persaudaraan, Kelompok Melati Putih.
Melati putih adalah bunga yang sederhana. Warnanya putih, tidak mencolok, tetapi memiliki aroma yang harum dan khas. Kehadirannya mampu memberikan kesan lembut dan menenangkan. Begitu pula dengan Kelompok Melati Putih.
Mereka ingin menjadi kelompok yang mungkin sederhana dalam penampilan, tetapi mampu menghadirkan keharuman melalui akhlak, ilmu, kebersamaan, dan amal kebaikan maka terdengarlah semangat mereka:
“MELATI ... PUTIH BERSERI HARUM MEWANGI SEPANJANG HARI”
Seruan itu bukan hanya yel-yel. Ia menjadi gambaran tentang harapan agar setiap anggota mampu membawa cahaya kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Berseri dengan ilmu, harum dengan akhlak, dan mewangi melalui perbuatan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Namun, ada satu semangat yang menjadi kekuatan utama Melati Putih:
“SREGEP NGAJI”
Sregep ngaji berarti rajin dan bersemangat dalam mengaji. Bagi Melati Putih, mengaji bukan hanya kegiatan yang dilakukan ketika memiliki waktu luang. Mengaji adalah kebutuhan hati. Di tengah kesibukan sebagai perantau di Taiwan, mereka berusaha menyempatkan diri untuk hadir dalam majelis, mendengarkan ilmu, memperbaiki diri, dan terus menjaga hubungan dengan Allah SWT. Kadang tubuh lelah setelah bekerja. Kadang waktu begitu sempit. Kadang kesibukan datang silih berganti. Namun, semangat mereka tetap sama:
“Sregep ngaji!”
Karena mereka percaya bahwa satu langkah menuju majelis adalah satu langkah menuju kebaikan. Satu ayat yang dipelajari adalah satu cahaya. Satu nasihat yang diamalkan adalah satu perubahan. Dan satu kebersamaan dalam majelis adalah satu bentuk silaturahmi yang harus dijaga. Semua itu mereka lakukan bukan untuk mencari pujian, bukan untuk terlihat lebih baik dari yang lain, tetapi dengan satu tujuan:
“Untuk Menggapai Ridho Ilahi.”
Sebab ilmu yang dipelajari akan lebih indah apabila melahirkan amal. Majelis yang diikuti akan lebih bermakna apabila membuat hati semakin dekat kepada Allah. Dan kebersamaan akan menjadi lebih berharga apabila menjadi jalan menuju rida-Nya maka ketika mereka berseru:
“ALLAHU AKBAR!”
Itulah pengingat bahwa Allah adalah sumber kekuatan. Ketika lelah, kepada-Nya bersandar. Ketika sulit, kepada-Nya meminta pertolongan. Ketika berhasil, kepada-Nya mengucapkan syukur. Kemudian:
“BARAKALLAH!”
Semoga Allah memberikan keberkahan dalam setiap langkah Melati Putih. Memberkahi ilmu yang dipelajari. Memberkahi persaudaraan yang terjalin. Memberkahi setiap kegiatan yang dilakukan. Dan menjadikan kebersamaan mereka sebagai jalan menuju rida-Nya. Seperti melati putih yang harum tanpa harus berteriak bahwa dirinya wangi, Melati Putih pun ingin belajar bahwa kebaikan tidak harus selalu dipamerkan.
Cukup dilakukan dengan ikhlas. Cukup dijaga dengan istiqamah. Cukup ditebarkan dengan ketulusan. Karena terkadang, kebaikan yang paling indah adalah kebaikan yang dilakukan tanpa banyak bicara, tetapi mampu meninggalkan keharuman di hati orang lain.
MELATI PUTIH
Berseri dalam kebersamaan. Harum dalam persaudaraan. Sregep ngaji dalam mencari ilmu. Istiqamah dalam kebaikan. Bersama menggapai Ridho Ilahi.